Buruh bangunan di India bekerja dalam sengatan panas yang menyiksa
Bagi buruh bangunan Yogendra Tundre, kehidupan di lokasi proyek di pinggiran New Delhi cukup berat karena suhu di ibu kota India itu sangat panas dan membuatnya tersiksa.<br> <br> India tengah bergelut dengan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar buruh miskin, yang umumnya bekerja di tempat terbuka, rentan terhadap suhu udara yang menyengat itu.<br> <br> "Suhunya terlalu panas dan jika kami tak bekerja, kami mau makan apa? Selama beberapa hari kami bekerja dan hari lainnya kami beristirahat karena kelelahan dan kepanasan," kata Tundre.<br> <br> Suhu di kawasan New Delhi telah mencapai 45 derajat Celcius tahun ini, membuat Tundre dan istrinya Lata, yang bekerja di lokasi proyek yang sama, jatuh sakit dan kehilangan penghasilan.<br> <br> "Karena panas, kadang-kadang saya tak bekerja. Saya libur beberapa hari… sering kali, sakit akibat dehidrasi dan memerlukan botol glukosa (cairan infus)," kata Lata sambil berdiri di luar rumahnya, sebuah pondok sederhana beratapkan seng. <figure class="figure-image" id="fgimage_1">
